Minggu, 09 November 2025

Camat Batang Tuaka Suhaimi Tanamkan Semangat Kepahlawanan Sejak Dini di SDN 002 Sungai Luar

Camat Batang Tuaka Suhaimi Tanamkan Semangat Kepahlawanan Sejak Dini di SDN 002 Sungai Luar

 


Batang Tuaka, Kabatindragiri.com —Langit pagi di Sungai Luar, terasa lebih teduh dari biasanya. Di halaman SDN 002 Sungai Luar, ratusan ASN dan pelajar berdiri tegak, mengenakan seragam  yang rapi. Mereka menyanyikan lagu kebangsaan dengan lantang  suara kecil mereka berpadu menjadi gema semangat perjuangan. Di hadapan mereka, Camat Batang Tuaka Suhaimi, S.H.I., M.H., memimpin apel peringatan Hari Pahlawan ke-80, sebuah momen refleksi nasional yang sarat makna. Senin (10/11/2025),


Kegiatan yang berlangsung khidmat itu dihadiri oleh unsur Forkopimcam Batang Tuaka, Ketua APDESI, lurah dan kepala Desa, Kepala Sekolah, serta guru-guru dari berbagai penjuru di kecamatan Batang Tuaka. Suasana semakin hidup ketika para kepala sekolah tampil membacakan puisi bertema kepahlawanan — sebuah lomba sederhana, namun sarat nilai patriotik.




 “Tema Hari Pahlawan tahun ini adalah ‘Pahlawanku Teladanku’. Ini bukan sekadar slogan, tetapi panggilan bagi kita semua untuk meneladani perjuangan para pahlawan dengan karya nyata, kedisiplinan, dan semangat gotong royong,” ujar Camat Suhaimi dalam amanatnya.


Suhaimi menegaskan, semangat kepahlawanan tidak berhenti pada catatan sejarah. Ia justru harus tumbuh di setiap dada generasi penerus bangsa.


 “Menjadi pahlawan di masa kini tidak harus mengangkat senjata. Dengan belajar sungguh-sungguh, menjaga persatuan, dan peduli pada sesama serta lingkungan, kita sudah meneladani nilai perjuangan para pahlawan,” imbuhnya.




Apel diakhiri dengan doa bersama untuk para pahlawan yang telah gugur. Dalam hening yang khusyuk, peserta apel menundukkan kepala — mengirimkan doa dan rasa terima kasih untuk mereka yang telah menebus kemerdekaan dengan darah dan air mata.


Momentum ini menjadi cermin kebersamaan dan pengingat bahwa semangat juang para pahlawan harus hidup dalam tindakan nyata, bukan sekadar dalam upacara seremonial. Bagi para siswa, kegiatan ini menanamkan kesadaran bahwa cinta tanah air dimulai dari hal-hal sederhana — belajar dengan tekun, berdisiplin, dan menghormati sesama.


Dari halaman sekolah yang sederhana itu, semangat perjuangan seolah menemukan napas barunya. Semangat yang menembus waktu — dari medan perang masa lalu, menuju ruang-ruang kelas masa kini.

Berita lainnya

Terkini lainnya

© Copyright 2019 Kabarindragiri.com | All Right Reserved